SKIZOFRENIA PARANOID


Seorang penderita skizofrenia paranoid mengalami gangguan berupa hilangnya kontak dengan kenyataan atau realitas. Dibanding dengan jenis skizofrenia lainnya, penderita skizofrenia paranoid memiliki kemampuan berpikir yang lebih baik. Namun, gangguan kejiwaan ini adalah kondisi serius yang harus ditangani, dapat berlangsung seumur hidup dengan berbagai resiko komplikasi, termasuk mencelakai diri sendiri atau orang lain.

Diduga, penyebab gangguan skizofrenia paranoid ini adalah respon pertahanan psikologis (mekanisme pertahanan diri) yang berlebihan terhadap berbagai stress atau konflik terhadap egonya dan biasanya sudah terbentuk sejak usia muda.

Tanda dan gejala umum skizofrenia paranoid antara lain:
  • Halusinasi pendengaran, yaitu halusinasi seperti mendengar suara-suara bisikan.
  • Delusi, seperti meyakini ada yang mengawasi terus-menerus, diberi perintah untuk menjalankan tugas, dll.
  • Suka berdebat dengan argumentasi yang tidak masuk akal dan berputar-putar.
  • Merasa diri penting, atau memandang orang lain salah.
  • Kemarahan
  • Kegelisahan
  • Emosi datar
  • Kekerasan
  • Pikiran dan perilaku mencelakai diri sendiri atau orang lain

Gejala Kunci Skizofrenia Paranoid




Delusi dan halusinasi adalah gejala yang paling membedakan skizofrenia paranoid dengan skizofrenia jenis lain. Gejala khas yang dialami oleh penderita skizofrenia paranoid antara lain:

Delusi
Delusi yang paling umum dialami adalah delusi penganiayaan, delusi keagungan, dan delusi pengaruh. Delusi penganiayaan, misalnya mereka meyakini: bahwa mereka sedang diawasi oleh orang lain, lingkungan sosial tidak menerima kehadirannya, teman kerjanya akan mencelakainya, atau ada sesuatu yang mengganggu tubuhnya. Delusi keagungan, misalnya mereka meyakini: sedang mendapatkan misi penting dari pemerintah, menjadi orang terkenal, menjalankan tugas-tugas suci, atau menjadi tokoh penting dan memiliki banyak pengikut. Delusi pengaruh, misalnya ada kekuatan dari luar yang sendang mengendalikan tubuh, pikiran dan tindakannya.

Mereka berpegang kuat pada keyakinan yang salah atau tidak terbukti. Delusi berpotensi mengakibatkan agresi atau tidak kekerasan jika mereka meyakini sedang menjalankan tugas untuk melakukan sesuatu dan harus membela diri terhadap orang yang mengganggu tugasnya.

Delusi juga bisa berupa keyakinan pernah betemu dengan seseorang, atau akan bertemu seseorang, padahal hal tersebut tidak nyata atau mungkin hanya salah persepsi terhadap sesuatu. Tidak jarang penderita skizofrenia paranoid mengalami delusi yang membuat dirinya meyakini bahwa ia adalah sosok atau figur besar, seperti pemimpin, tokoh agama, panglima perang, nabi, malaikat, bahkan tidak jarang yang meyakini bahwa dirinya adalah Tuhan.

Halusinasi
Halusinasi yang umum terjadi pada penderita paranoid skizofrenia adalah gangguan panca indera pendengaran. Halusinasi suara, dimana penderita mendengar suara-suara tertentu yang orang lain tidak mendengarnya. Suara-suara tersebut mungkin tunggal dan berupa bisikan maupun suara orang banyak. Suara-suara tersebut mungkin berbicara pada dirinya, atau dapat juga berbicara satu sama lain. Suara-suara tersebut bisa berupa teror, ejekan, kritik berkelanjutan, komentar kejam, atau bahkan dapat memberikan perintah kepada penderita untuk melakukan sesuatu. Bahkan biasanya penderita tidak mampu menolak perintah halusinasi tersebut. Bila seseorang mengalami skizofrenia paranoid, halusinasi suara tersebut tampak nyata, bahkan penderita mungkin akan berbicara sendiri dengan suara-suara tersebut atau bahkan berteriak untuk balas memakinya.

Gejala motorik
Gejala motorik dapat dilihat dari ekpresi wajah yang aneh dan khas, mata melotot, diikuti dengan gerakan tangan, jari dan lengan yg aneh dan juga dapat dilihat dari cara berjalannya.

Penarikan sosial (social withdrawl)
Pada umumnya penderita skizofrenia paranoid mudah untuk tidak menyukai orang lain, atau menganggap orang lain tidak menyukai dirinya. Keyakinan dan perasaan tersebut membuat dirinya sulit untuk memiliki banyak teman.

LOGO TANIJOGONEGORO
TERIMA KASIH ATAS KUNJUNGANNYA
Tanijogonegoro On Google Plus