PENYAKIT LUPUS, PENYEBAB, GEJALA DAN JENISNYA


Apa itu penyakit lupus? Lupus merupakan salah satu jenis penyakit berbahaya yang perlu diwaspadai. Serangan akut akibat penyakit ini dapat menyebabkan kematian bahkan setara dengan serangan kanker. Berikut ini akan kami bahas mengenai pengertian lupus, penyebab, gejala, jenis, maupun penularannyas.

Pengertian Lupus

Adalah salah satu jenis penyakit peradangan atau inflamasi multisistem akibat perubahan sistem imun pada tubuh manusia. Penyakit yang menyerang sistem kekebalan tubuh manusia ini menganggap jaringan dalam tubuh sebagai benda asing. Reaksi yang ditimbulkan dapat mengena pada berbagai organ tubuh seperti sistem syaraf, sistem kardiovaskuler, sistem pencernaan, jaringan kulit, tulang, otot, paru-paru, lapisan dalam paru-paru, ginjal, hati, otak, mata, sel-sel darah maupun pembuluh darah. Jadi, boleh dikatakan bahwa lupus adalah penyakit alergi pada diri sendiri.

Penyakit lupus adalah penyakit yang mempengaruhi sistem kekebalan tubuh manusia. Pada tubuh manusia, sistem kekebalan tubuh akan melindungi tubuh kita dari serangan berbagai macam penyakit dengan cara membentuk antibodi. Penderita lupus akan membentuk antibodi secara berlebih namun justru menyerang sel-sel tubuh yang sehat sehingga mengakibatkan autoimunitas. Autoimunitas ini merupakan kekebalan tubuh secara berlebihan, tubuh menerima rangsangan secara berlebih dari sesuatu yang masuk dan dianggapnya asing kemudian membentuk semacam protein yang justru melawan sel-sel tubuh itu sendiri. Penyakit ini bertolak belakang dengan penyakit hiv aids, dimana pada hiv aids justru menurunkan sistem kekebalan tubuh seseorang secara signifikan sehingga menyebabkan tubuh rentan terserang berbagai macam penyakit, baik disebabkan oleh bakteri, jamur, maupun virus.

Pembentukan antibodi secara berlebihan dapat masuk ke seluruh jaringan tubuh melalui dua cara, yaitu langsung menyerang sel-sel tubuh serta mengakibatkan kerusakan sel, seperti misalnya merusak sel darah merah sehingga mengakibatkan tubuh kekurangan sel darah merah (eritrosit) penyebab anemia. Cara lainnya adalah membentuk kompleks imun, yaitu antibodi bersama-sama antigen membentuk ikatan, mengalir bersama darah. Ketika tersangkut di pembuluh darah kapiler akan mengakibatkan peradangan. Jika kondisi normal, kompleks imun akan dibatasi oleh fagosit atau sel-sel radang, sebaliknya jika kondisi abnormal, sel-sel radang tidak dapat dibatasinya bahkan justru semakin banyak dan mengeluarkan enzim penyebab peradangan. Lama-kelamaan peradangan merusak organ-organ tubuh manusia sehingga organ tubuh tidak dapat bekerja sebagaimana fungsinya, akhirnya menyebabkan gangguan pada organ tubuh tersebut.

Lupus berasal dari bahasa latin, berarti anjing hutan. Di bagian tubuh penderita muncul ruam merah (butterfly rash) terutama di bagian pipi mirip dengan srigala sehingga dinamakan penyakit lupus atau srigala. Perbedaannya hanyalah pada warnanya saja, yaitu di pipi srigala berwarna putih sedangkan lupus berwarna merah. Penyakit jenis ini sangat berbahaya karena dapat mengakibatkan kematian, bahkan tingkat kematiannya setara dengan penyakit kanker.

Penyebab Lupus




Penyebab secara pasti belum diketahui, namun diduga faktor-faktor seperti hormonal, genetik, maupun lingkungan diduga menjadi penyebabnya. Dari ketiga faktor tersebut, faktor terbesar diduga berasal dari lingkungan. Serangan lupus muncul ketika seperangkat gen dengan kecenderungan tertentu terkena kombinasi faktor-faktor seperti sinar ultraviolet, lingkungan, obat-obatan, trauma fisik, tekanan emosional, perantara infeksi, ataupun faktor-faktor lain.

Faktor Hormon. Pada wanita seringkali terjadi selama masa kehamilan maupun sebelum periode menstruasi, disebabkan terutama oleh hormon ekstrogen, meskipun hormon apa saja yang menjadi penyebab penyakit ini secara pasti belum diketahui hingga kini. Hal inilah menjadikan istilah lupus adalah penyakit perempuan, meskipun kenyataannya lupus tidak hanya menyerang kaum perempuan saja. Lupus dapat menyerang siapa saja di berbagai usia. Namun, memang tidak bisa dipungkiri bahwa kaum wanita lebih rentan terserang terutama pada usia produktif dibandingkan kaum pria.
Faktor Genetik. Faktor genetik diduga menjadi penyebab serangan setelah hormon. Kebanyakan dari penderita menurunkan penyakitnya kepada anak-anaknya meskipun jenis gen apa saja yang menyebabkan penurunannya belum juga diketahui secara pasti.
Faktor Lingkungan. Diduga faktor lingkungan menjadi penyebab utama penyakit ini. Faktor-faktor lingkungan yang dimaksud seperti paparan sinar ultraviolet, stress, pola makan, insfeksi, antibiotik, maupun ketidaksesuaian pemakaian obat-obatan. Faktor sinar ultraviolet yang dipancarkan dari cahaya matahari justru menjadi faktor terbesar, diduga bahwa sinar matahari mengandung ekstrogen dalam jumlah banyak sehingga mengakibatkan tubuh lebih mudah melakukan reaksi autoimunitas.

Lupus sangat berbahaya serta merupakan salah satu jenis penyakit mematikan sehingga perlu diwaspadai. Selain itu, serangan sekundernya juga dapat menjadi penyebab kematian. Serangan sekunder selain anemia adalah resiko terserang sakit ginjal, jantung, kanker darah (leukimia), neutropenia, terjadinya penggunpalan darah, sakit mata maupun osteoporosis (pengeroposan tulang).

Gejala Lupus

Awalnya, penyakit lupus dikira hanya kelainan pada kulit di sekitar pipi, namun selanjutnya berkembang menjadi bercak kemerahan muncul di wajah, bagian lengan yang diikuti rasa panas dan kelelahan berkepanjangan. Tidak hanya itu, terjadi pembengkakan di bagian persendian, kerontokan rambut bahkan hingga muncul sariawan. Ternyata lupus tidak hanya menyerang kulit saja, penyakit ini juga dapat menyerang seluruh organ-organ tubuh manusia.

Gejala awal serangan lupus sebenarnya kurang dapat dikenali karena gejala sakit lupus dapat menyerupai penyakit lainnya. Namun ketika serangan semakin akut umumnya gejala lupus ditandai adanya kulit mudah gosong akibat sengatan sinar matahari, gangguan pencernaan, terjadi kerontokan rambut, seringnya tubuh merasa kecapaian berlebih sehingga menyebabkan tubuh lemas, diiringi rasa pegal bahkan juga timbul demam. Selain itu juga timbul ruam merah di pipi seperti kupu-kupu, atau dapat juga muncul di kulit pada seluruh bagian tubuh berbentuk seperti cakram, serta bersisik. Gejala lainnya adalah timbulnya penyakit anemia akibat rusaknya sel darah merah, serta serangan penyakit sekunder lainnya. Timbulnya rasa nyeri sendi, nyeri di kepala hingga menyebabkan kejang juga merupakan gejala lupus.

Jenis

Penyerangan ke seluruh organ tubuh manusia dikenal dengan istilah SLE. SLE merupakan singkatan dari Systemic Lupus Erythematosus, yaitu suatu gejala serangan lupus yang menyerang seluruh organ tubuh manusia seperti kulit, darah, pembuluh darah, syaraf, persendian, ginjal, paru-paru, hati, jantung, maupun otak. Lupus eritematosus sistemik menyerang organ tubuh secara sistemik (menyerang jaringan tubuh) sehingga mengakibatkan kerusakan organ tubuh secara menyeluruh. Selain lupus eritematosus sistemik, ada juga jenis lupus yang hanya menyerang kulit saja, dinamakan Cutaneus Lupus, seringkali disebut discoid (mempengaruhi kulit) dan Drug Induced Lupus (DIL). DIL merupakan salah satu jenis lupus yang diakibatkan oleh pemakaian obat-obatan seperti hidralazin, prokainamid, maupun INH (obat tuberkulosis). Penyakit jenis ini mudah hilang jika menghentikan pemakaian obat-obatan.

Penularan

Lupus jarang sekali ditemui pada anak balita meskipun dapat menyerang siapa saja. Wanita lebih rentan terserang penyakit ini daripada pria, terlebih semakin bertambahnya usia semakin berpotensi terserang lupus. Bahkan serangan pada wanita produktis dapat mencapai angka 90%, sisanya 10% menyerang pria. Wanita berkulit putih memiliki resiko serangan lupus lebih rendah dibandingkan dengan wanita berkulit hitam. Meskipun demikian, penularan lupus tidak terjadi melalui perantara manusia. Biasanya faktor-faktor seperti hormon, lingkungan, serta genetik menjadi penyebab utamanya.

Yayasan Lupus Indonesia

Di indonesia, ada yayasan khusus odapus (orang dengan penderita lupus), dikenal dengan nama YLI (Yayasan Lupus Indonesia). YLI merupakan yayasan di Indonesia bertujuan untuk memberikan penyuluhan kesehatan tentang lupus, meringankan beban penderita lupus, mengumpulkan dana, memperjuangkan kepentingan penderita lupus, serta mendirikan layanan kesehatan kepada masyarakat. Yayasan Lupus Indonesia didirikan pada tanggal 17 April 1998 dengan legalitas oleh Notaris Drs. Atrino Leswara SH.

YLI memiliki misi membangun “Kualitas Hidup” para odapus khususnya, masyarakat umumnya dengan memberikan informasi yang benar dan mengajak masyarakat untuk peduli serta meningkatkan kesadaran akan pengenalan gejala dan konsekuensi kesehatan akan lupus.

“Yayasan Lupus Indonesia ( YLI ) ada dan selalu siap sedia untuk membantu masyarakat, odapus dan keluarga odapus untuk segala informasi tentang lupus” adalah misi dari yayasan ini.


Website Yayasan Lupus Indonesia

Bagi Anda penderita odapus dan ingin mengunjungi website Yayasan Lupus Indonesia (YLI) silahkan klik alamat URL di bawah ini.

Yayasan Lupus Indonesia

LOGO TANIJOGONEGORO
TERIMA KASIH ATAS KUNJUNGANNYA
Tanijogonegoro On Google Plus