PENYAKIT TUBERKULOSIS - TBC


Seputar penyakit tuberkulosis atau tbc, meliputi definisi, gejala, penyebab, pencegahan penularan, maupun pengobatan penyakit tbc baik pengobatan alternatif menggunakan obat herbal maupun secara medis akan kami bahas pada kesempatan ini.

Definisi Tuberkulosis

Penyakit tbc merupakan salah satu jenis penyakit menular, disebabkan oleh basil tuberculosis (Mycobacterium tuberculosis) atau sering juga disebut dengan nama koch. Serangan Mycobacterium tuberculosis (berbentuk batang) dapat menginfeksi baik secara laten maupun progresif, Mycobacterium tuberculosis ini tahan asam. Penyakit tbc tak hanya menyerang paru-paru, tetapi juga dapat menyerang bagian tubuh lainnya meskipun sebagian besar serangan penyakit tbc menyerang organ paru-paru. Namun penyakit tbc yang menyerang paru-paru harus lebih kita perhatikan serta patut diwaspadai karena basil tuberkulosis penyerang paru-paru dapat menyebabkan kematian. Tbc menular melalui udara sehingga penularan lewat saluran pernapasan lebih cepat menyerang paru-paru. Biasanya basil menular dari batuk yang mengandung basil tuberkulosis atau ketika penderita penyakit tbc bersin, maupun ludah yang dikeluarkan oleh penderita. Selain melalui udara, basil tuberkulosis juga dapat menular melalui luka. Biasanya penderita tbc akut disebabkan karena penderita tidak menyadari kalau terserang tbc paru-paru. Jika dapat terdeteksi lebih awal sebenarnya penyakit tbc seperti penyakit batuk biasa serta tidak berbahaya. Penyakit tbc paru-paru tergolong penyakit mematikan kedua setelah serangan jantung.

Gejala Penyakit TBC




Gejala tbc perlu diketahui sejak dini untuk menghindari serangan parah akibat basil berkembangbiak secara kondusif dalam tubuh manusia. Gejala secara umum biasanya ditandai dengan batuk berkepanjangan disertai dahak berwarna kuning atau hijau, namun setelah serangan basil tuberkulosis semakin parah (serangan akut), dahak yang dikeluarkan bercampur darah. Selain itu gejala tbc juga disertai tubuh menjadi lemah, badan terasa letih, lesu disertai nafsu makan berkurang sehingga menyebabkan berat badan menurun secara drastis. Terkadang disertai flu, badan menggigil karena demam meskipun demam tidak terlalu tinggi tetapi berlangsung lama, demam naik turun, keluar keringat ketika malam hari yang tidak jelas penyebabnya serta napas terasa sesak. Timbulnya rasa sakit di bagian dada, sakit otot, sakit punggung juga merupakan tanda terserang penyakit tbc. Selain itu, gejala lainnya juga terlihat pada detak jantung penderita penyakit ini bekerja secara cepat dan sakit di organ ginjal.

Gejala tbc secara khusus ditandai adanya meningitis atau radang selaput otak terutama jika basil menyerang anak-anak. Gejala tbc lainnya juga ditandai demam tinggi disertai kejang sehingga menurunkan tingkat kesadaran. Jika basil tuberkulosis menyerang tulang dapat menyebabkan infeksi tulang yang mengakibatkan keluarnya nanah pada kulit di atas tulang terserang.

Penyebab TBC

Seperti telah disebutkan di atas bahwa penyebab tbc adalah Mycobacterium tuberculosis yang menginfeksi organ tubuh manusia seperti organ paru-paru, ginjal, usus, tulang, kelenjar getah bening, selaput otak, bahkan kandungan wanita. Namun sebagian besar penyakit tbc menyerang organ paru-paru, bahkan hingga mencapai angka 90%. Penyakit mudah menyerang pada tubuh kekurangan gizi (gizi buruk). Tubuh bergizi buruk biasanya memiliki daya tahan menurun sehingga basil mudah menyerang, apalagi jika terlalu sering menghirup udara tercemar basil tuberkulosis, terutama di daerah dengan lingkungan tercemar.

Pencegahan Penularan Penyakit TBC

Penyakit tbc terutama paru-paru sangat berbahaya bagi manusia, bahkan tergolong penyakit mematikan sehingga perlu diwaspadai karena mudah menular. Bagi Anda yang hidup di lingkungan terinfeksi kuman tuberkulosis hendaknya selalu waspada serta mengenali tanda-tandanya sehingga serangan dini lebih terdeteksi. Penyakit tbc jika dikenali sejak dini mudah diobati seperti serangan sakit flu batuk biasa. Meskipun gejalanya dapat dikenali namun upaya pencegahan penularan di lingkungan endemik perlu dilakukan. Upaya pencegahan penularan penyakit tbc antara lain meludah di tempat steril atau sudah diberi disinfektan, jangan meludah di sembarang tempat terutama tempat keramaian. Bagi penderita tbc hendaknya menutup mulut sewaktu batuk maupun bersih agar basil tuberkulosis tidak cepat menyebar. Menghindari udara dingin serta mengusahakan sinar matahari selalu menyinari kamar tidur terutama saat pagi hari juga merupakan salah satu upaya pencegahan karena kuman tuberkulosis lebih mudah menyebar di ruangan tertutup dimana udara tidak bergerak. Menyalakan kipas angin di siang hari juga dapat menghambat penularan. Selain itu juga selalu menjaga tempat tidur tetap selalu bersih dengan sering mengganti spray maupun menjemur kasur dan bantal. Konsumsi makanan berkabohidrat tinggi maupun berprotein tinggi. Pencegahan penularan lainnya juga dengan mengkhususkan barang-barang penderita penyakit tbc agar tidak dipakai oleh orang lain, memakai masker setiap saat sampai basil dinyatakan tidak aktif (tertidur).

Pencegahan penularan bagi orang sehat diantaranya adalah melakukan pemberian vaksin BCG melalui imunisasi BCG ketika bayi berumur tiga hingga empatbelas bulan. Jangan terlalu sering melakukan kontak dengan penderita tbc secara langsung. Selain itu selalu menjaga kebugaran tubuh dengan mengkonsumsi makanan bernilai gizi tinggi dan berolahraga teratur agar kekebalan tubuh tidak mudah menurun.

Pengobatan TBC

Waktu pengobatan penyakit tbc berlangsung lama, sekitar enam bulan bahkan dapat lebih jika serangannya akut terutama tbc paru-paru, diperlukan kesabaran untuk melakukannya agar basil tuberkulosis benar-benar tidak aktif (tertidur). Memasuki minggu ketiga biasanya gejala tuberkulosis nampak berkurang, kondisi demikian penderita tbc seringkali mengira sudah sembuh sehingga mereka menghentikan pengobatan. Jika hal ini terjadi, justu sangat membahayakan penderita karena basil tuberkulosis menjadi resisten (tahan) terhadap bahan aktif dari obat yang telah dikonsumsi sehingga mengakibatkan semakin susahnya penyembuhan. Disamping itu, dampak pengobatan penyakit tbc selanjutnya justru dapat menghabiskan banyak biaya karena perlu pemberian obat dengan bahan aktif berbeda atau diatasnya sehingga kemungkinan harganya menjadi lebih mahal.
Pengobatan Herbal
Pengobatan secara herbal menggunakan bahan-bahan alami juga dapat dilakukan untuk dijadikan alternatif pengobatan. Mengenai pengobatan herbal dapat dilihat pada artikel tersendiri yang membahas pengobatan tbc menggunakan tanaman obat seperti daun sirih, daun sirih merah, bunga sepatu, cengkeh, daun saga manis, daun jati, daun kaki kuda, akar pisang, kelapa hijau, buah belimbing wuluh, akar kayu putih, bawang putih, bawang merah, maupun daun sisik naga. Silahkan kunjungi artikel kami berjudul “Obat TBC Herbal”.

Semoga Artikel mengenai penyakit tuberkulosis - tbc dapat bermanfaat bagi pembaca sekalian, khususnya penderita tbc. Trimakasih atas kunjunganya, Salam Tanijogonegoro!

LOGO TANIJOGONEGORO
TERIMA KASIH ATAS KUNJUNGANNYA
Tanijogonegoro On Google Plus